Gempa 7,6 SR di Sumbar
Pemerintah Siapkan Anggaran Tak Terbatas
Muhammad Taufiqqurahman - detik newsWarga berlarian di depan sebuah gedung yang runtuh. (foto kiriman: Lukita Purnama Sari) Jakarta - Pemerintah memberlakukan kondisi darurat selama 2 bulan untuk wilayah yang dihantam gempa berkekuatan 7,6 SR petang tadi. Selama dalam kondisi tanggap darurat tersebut, pemerintah akan mengucurkan anggaran tak terbatas.
"Kita siapkan anggaran berapa pun dan masyarakat akan dibantu selama 2 bulan," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), di rumah dinasnya, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2009).
JK menerangkan terkait pemberlakuan kondisi tanggap darurat selama 2 bulan tersebut sejumlah bantuan akan disegerakan oleh pemerintah. "Selama 2 bulan tanggap darurat, akan diberikan makanan dan pelayanan kesehatan," terangnya.
JK menambahkan, saat ini kondisi di lokasi gempa sangat sulit. Selain ribuan rumah hancur, listrik mati, akses menuju lokasi gempa juga sulit.
"Jalur darat semua tidak bisa dilalui. Jalan dari Bukit Tinggi, Bengkulu, semua terkena longsor sehingga jalur darat tidak bisa dilalui," tambahnya.
(ddt/anw)
Rabu, 30 September 2009
lokasi gempa taerparah
Gempa di Padang 7,6 SR
Depkes: Gempa di Padang Timbulkan Kerusakan Berat
Indra Subagja - detikNewsJakarta - Gempa yang terjadi di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) benar-benar menimbulkan kerusakan besar. Rumah, hotel, dan bangunan banyak yang ambruk.
"Kita perkirakan kerusakan antara gempa Yogyakarta dan Aceh," kata Kepala Penanggulangan Krisis Depkes Rustam S Pakaya, melalui telepon, Rabu (30/9/2009) malam.
Untuk itu, Depkes telah mengerahkan tenaga medis sesegera mungkin dan telah diberangkatkan bantuan dari Medan dan Palembang.
"Banyak hotel, bangunan dan rumah ambruk ke tanah. Kita perkirakan ada ribuan orang terjebak," jelasnya.
Bukan hanya itu, petugas medis lainnya akan bergerak pada Kamis pagi dari sejumlah daerah. Saat ini sejumlah jenazah antara lain di 16 di RS M Djamil, 12 di RS Tentara, dan 9 di Pariaman.
"Silahkan bagi keluarga yang hendak mencari jenazah di rumah sakit tersebut," terangnya.
Diketahui gempa yang terjadi di Aceh sampai menimbulkan tsunami dan menimbulkan korban hingga puluhan ribu, sedang gempa di Yogyakarta, korban mencapai lebih dari 5 ribu orang.
(ndr/yid)
Gempa Sumbar Bisa Picu Tsunami
Gempa Sumbar Bisa Picu Tsunami
Nurvita Indarini - detikNews
77 Orang Dirawat di 2 RS Solok
77 Orang Dirawat di 2 RS Solok
Yonda Sisko - detikNews
Batal ke Medan, SBY Kunjungi Korban Gempa Sumbar
Batal ke Medan, SBY Kunjungi Korban Gempa Sumbar
Fitraya Ramadhanny - detikNews
Jakarta - Bencana alam kembali mendera negeri ini. 70 Orang dilaporkan tewas akibat gempa 5,8 Skala Richter (SR) di Sumatera Barat. Presiden SBY akan berangkat ke Padang, untuk meninjau lokasi bencana. Kunjungan ke Medan yang dijadwalkan sebelumnya, batal. "Presiden SBY akan berangkat ke Padang besok Rabu 7 Maret 2007," ujar Kepala Biro Pers dan Media Istana Nachrowi, saat dihubungi detikcom, Selasa (6/3/2007) Presiden SBY dijadwalkan akan berangkat pukul 13.00 WIB dari Bandara Halim Perdanakusumah, namun ada kemungkinan jadwal dipercepat. Sejauh ini belum ada informasi berapa lama Presiden SBY akan berada di Sumatera Barat. Sementara itu, jumlah korban tewas masih terus dalam pendataan. Data yang dihimpun detikcom dari Posko Gempa di Lapangan Merdeka, Jl. Proklamasi, Solok, hingga pukul 18.00 WIB, korban luka sebanyak 77 orang. 55 Korban dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Solok dan 37 orang dirawat di RS Tentara (RST) Solok. (fay/fay)
Data Polisi: Korban Tewas Gempa di Solok 14 Orang
Maryadi - detikNews
Jakarta - Data sementara korban meninggal akibat gempa di Solok, Sumatera Barat saat ini mencapai 14 orang. Sedangkan korban luka-luka sebanyak 49 orang. "Korban tewas saat ini 14 orang. Jumlah korban kelihatannya akan terus bertambah karena proses evakuasi masih terus dilakukan," kata Kapolres Solok AKBP Puji Sarwono kepada detikcom, Selasa (6/3/2007). Puji mengatakan, untuk korban luka-luka saat ini tercatat sekitar 49 orang. Korban tewas dan luka dibawa ke sejumlah rumah sakit. Untuk mengevakuasi korban gempa, Polres Solok mengerahkan seluruh personelnya. "Sekitar 300 personel kita turunkan untuk mengevakuasi," kata Budi. Bantuan evakuasi juga didatangkan dari Polsek-polsek yang berada di Kota Solok. Saat ini tim evakuasi sangat membutuhkan tambahan ambulans dan alat berat untuk mengevakuasi warga. (mar/nrl)

