Sabtu, 04 Juli 2009

PANTUN SAKITNYA HATI



Merek yang berbaku
Teluk Kampar dari cintaku
Maafkan lupakan aku
Terlalu liar kau dewi cintaku
“Sanggar hati pucuk impian
Tali tampar panjang yang melekat
Senyuman itu bukanlah menyakitkan
Tapi akan menjadi penawar hati yang sakit




“Permata hati yang meng kilau
Bunga melati di petik orang
Percuma diriku mencintaimu
Bila hatimu hanya untuk orang




“Sanggar hati pucuk impian

Tali tampar panjang yang melekat
Senyuman itu bukanlah menyakitkan
Tapi akan menjadi penawar hati yang sakit



Damai bulan kian pandangi
Satu mendali dapat hari itu
Dan bila kini kau telah pergi
Sampaikau pamer hari itu



“Kau lihat padi di balik batu
Diranjau teluk bertali
Kau telah pergi di kehidupan baru
Dari diriku melukai hati



“Suara burung kutai basrah
Narasi indah kota boga
Sungguhku merasa resah
Namun yang kutau dia setia




Publik melayu berbukit pulau
Hinggap burung terpukau malu
Paluh hati tertuju padamu
Hatimu ternyata bukan untukku



Sirna sudah lintang kata
Kuaci mati terbuka peta
Serat hati tergores luka
Kekuatan cinta membawa petaka




Jeruk kuning terbungkus rapi
Indah menawan mata terbuka
Janur kuning telah melambai
Impian bersama tercapai padanya




Cendrawasi burung irian
Terapung biru dalam lautan
Cerita hati terpaut pagi
Teringat hati dalam mimpi




Tertipu puteri teluk batu
Pintu tebentuk dari kayu
Telah cukup hati ini untukmu
Perasaanmu takpernah untuku





Seranting tinggalkan daunya
Menerti pula akan daunya
Selamat tinggal cinta pertama
Meninggalkan luka didada




Bersatu kelipat kapas berpadu
Kulihat pelangi setengah melingkar itu
Begitu sulit bernapas tanpamu
Kaulah serpihan masalaluku

Tenang-tenang air laut
Sampan kolek mudik ke tanjung
Hati terkenang mulut menyebut
Budi baik rasa nak junjung

Cuaca gelap semakin redup
Masakan boleh kembali terang
Budi bahasa amalan hidup
Barulah kekal dihormati orang



Pisang emas dibawa belayar
Masak sebiji di atas peti
Hutang emas boleh dibayar
Hutang budi dibayar mati

Cak royak makan sirih,
Sirih ada dalam padi;
Rupa elok tak payah pilih,
Ikut suka dalam hati. Dari dulu pinang seribu,
Hingga sekarang pinang sebatang;
Dari dulu pengajar ibu,
Hingga sekarang pengajar datang. Dari dulu pinang seribu,
Baru sekarang pinang sekati;
Dari dulu ditimang ibu,
Baru sekarang menimbang diri. Datuk Perdana mengupas upih,
Limau manis dalam cerana;
Saya laksana kertas putih,
Boleh ditulis sebarang warna. Daun lebat beribu-ribu,
Tindih-menindih batang pinang;
Cari akal dengan tipu,
Tembak seperti peluru petunang. Hati-hati pinang rasa,
Pinang muda makan pipit;
Sampai hati meninggal saudara,
Tidak mengenang barang sedikit

Bujam Epok di Negeri Sembilan
Tekat emas hias sulaman
Sandang di bahu bagai tas tangan
Budaya Minang juga Yamtuan

0 komentar:

Pengikut

ANDA PEMBURU DOLLA?

DISINI INFONYA
SELAMAT DATANG DI WEB I'ONG SEMOGA TAMPILAN INI MEMUASKAN ANDA Online dating and horny webcam chat. Just chat and see the fish in your city...you will succeed!
 
hal terindah - Template By Blogger Clicks